Selasa, 06 November 2012


Nama    : Septa Skundarian
Kelas     : 1EB09
NPM      : 26212921

Bab 2 Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan

1.       Pengertian Usaha 
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan memerlukan bahan-bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya produksi.
Hasil dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa, barang atau jasa inilah yang akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang dikeluarkan. Jika hasil penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika hasil jumlah hasil penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya yang dikeluarkan maka perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan demikian dalam menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor produksi untuk mencapi tujuan yaitu keuntungan.
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.
Pengertian Perusahaan menurut Para Ahli :
         ·       Kansil
             Perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap   
            dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara indonesia untuk 
            tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
         ·      Swastha dan Sukotjo
              Perusahaan adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir sumber-
            sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

2.      Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah tempat atau letak perusahaan melakukan aktivitas produksi. Memilih tempat kedudukan usaha lebih sukar dibanding memilih tempat untuk badan usaha biasa (sumber), karena pemilihan tempat kedudukan perusahaan dipakai untuk jangka panjang, bahkan selamanya sehingga memerlukn pemikiran yang sangat matang.

         ·      Letak perusahaan
Letak perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari. Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan.  Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba. Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing, disamping waktu harus berpacu, juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.

          ·        Jenis Letak Perusahaan
Ø  Lokasi perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi perusahaan yang dipilih biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah terkenal sebagai kota pelajar.
Ø  letak perusahaan  yang Ditentukan oleh Pemerintah
letak perusahaan yang ditentukan oleh pemerinah adalah letak perusahaan yang tempat atau letaknya ditentukan oleh pemerintah pada suatu lokasi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, misalnya masalah keselamatan umum, kesehatan, ketertiban dan pencemaran. Dalam hal ini pemerintah merupakan pihak yang paling bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat. Ada beberapa kegaitan badan usaha yang dapat menganggu kesehatan, misalnya asap yang berasal dari industri yang mengandung gas beracun. Atas dasar berbagai pertimbangan kepentingan masyarakat, kegiatan industri tersebut ditempatkan jauh dari daerah pemukiman pendudukan
Ø  Lokasi perusahaan yang mengikuti faktor-faktor ekonomi
Lokasi perusahaan jenis ini pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan lain-lain.
Ø  Lokasi perusahaan yang terikat oleh alam 
letak perusahaan yang terikat oleh alam adalah letak perusahaan yang tidak dapat dipengaruhi oleh manusia, melainkan tergantung atau terikat oleh alam. Misalnya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekstraktif, seperti pertambangan harus terletak pada lokasi tambang perusahaan-perusahaan pertanian yang harus terletak pada daerah sesuai dengan jenis tanaman yang dikembangkan dan berlahan subur.

3.          Perusahaan dan Lembaga Sosial
          ·      Tujuan pendirian perusahaan di bedakan menjadi 2 , yaitu :
Ø  Tujuan ekonomis
Upaya perusahaan untuk menjaga eksitensinya .  perusahaan berusaha untuk menciptakan laba, pelanggan dan menjalakan upaya-upaya pengembangan , dan memusatkan kepada kebutuhan masyarakat .
Ø  Tujuan social
Perusahaan untuk memperhatikan keinginan investor, karyawan , penyediaan factor-faktor produksi, maupun rakyat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu memberikan kepuasan kepada keinginan konsumen atau pelanggan.
·     Perusahan sebagai suatu sistem
ekonomi yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi dan distribusi barang dan atau jasa untuk mencapai tujuan tertentu antara lain keuntungann dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Apabila ditinjau,maka pada dasarnya sistem perusahaan mempunyai beberapa sifat.Sifat-sifat tersebut ialah Sifat kompleks,sebagai suatu kesatuan,sifat berjenis-jenis,sifat saling bergantung,sifat dinamis.
·     Sistem-sitem  perusahaan :
Ø  Kompleks
Ø  Sebagai satu kesatuan / unit
Ø  Sifatnya beragam
Ø  Saling tergantung
Ø  Dinamis
·     Fungsi-fungsi perusahaan
Ø  Fungsi Ekonomi
Sebagai sarana dan prasarana publik senantiasa dituntut untuk meningkatkan kemampuan pengembangan usaha dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan daerah jasa transportasi secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan.
Ø  Fungsi Sosial
Sebagai sarana Publik dalam melaksanakan pengelolaan jasa transportasi yang merupakan urat nadi pembangunan suatu daerah senantiasa dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh lapisan masyarakat dari semua golongan masyarakat dengan memberlakukan tarif yang terjangkau sesuai kemampuan masyarakat dan aspek keadilan
Ø  Fungsi operasi :
Berkaitan dengan operasional perusahaan  yakni fungsi operasi :
1. Pembelian dan produksi                   6. Administrasi
2. Pemasaran                                            7. Informasi
3. Keuangan                                               8. Transportasi dan komunikasi
4. Personalia                                             9. Pelayanan umum
5. Akuntansi                                              10. HUMAS
Ø  Fungsi manajemen
Berkaitan dengan hal pengeloalaan perusahaan  planning /perencanaan, organizing / peng-organisasian, activating / pelaksanaan - pergerakan.
·     Ciri-ciri perusahaan
Ø  Operatif : Menunjukkan aktivitas Ekonomi , yakni : produksi, penyediaan, distribusi, barang   dan jasa.
Ø  Misalnya : Perusahaan manufacture, dagang, jasa dan lain-lain
Ø  Lokasi : Menunjukkan perusahaan dididrikan pada tempat ttn dalam kemasan yang jelas.
Ø  Formal : Menunjukkan apakah perusahaan secara resmi terdaftar oleh pemerintah, (legal) tunduk dan taat
Ø  pada peraturan.
Ø  Dinamis : Apakah perusahaan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu    berubah
Ø  Reguler : Menunjukkan keteraturan aktivitas agar selalu bergerak ma

4.     Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya terhadap Perusahaan  
·      Lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal menjadi dua kategori,yaitu:
Ø  Lingkungan umum
Lingkungan umum merupakan lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja perusahaan dan hamper semua perusahaan dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Komponen-komponen dari lingkungan umum tersebut meliputi: demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, sosial dan budaya
Ø  Lingkungan industri
Porter (1980) mengemukakan bahwa aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan di mana perusahaan berada. Hal ini mengakibatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman-ancaman dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi sangat perlu untuk dianalisis. Porter mengemukakan suatu konsep competitive strategy yang menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek dan satu aspek pelengkap, yaitu ancaman masuk pendatang baru, persaingan sesama perusahaan dalam industri, ancaman dari produk pengganti, kekuatan tawar pembeli, kekuatan tawar pemasok dan pengaruh kekuatan pemegang saham (stakeholder) lainnya.
·      Lingkungan internal
Lingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh : tenaga kerja, peralatan dan mesin, permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana), bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan, dan sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

5.      Pendekatan dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan  
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.
Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha harus pandai melihat factor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.

Referensi :
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar