Nama : Septa Skundarian
Kelas : 1EB09
NPM :
26212921
Bab 2 Perusahaan dan Lingkungan
Perusahaan
1.
Pengertian Usaha
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan
ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai
badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari
perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.
Untuk menghasilkan barang siap konsumsi, perusahaan
memerlukan bahan-bahan dan faktor pendukung lainnya, seperti bahan baku, bahan
pembantu, peralatan dan tenaga kerja. Untuk memperoleh bahan baku dan bahan
pembantu serta tenaga kerja dikeluarkan sejumlah biaya yang disebut biaya
produksi.
Hasil dari kegiatan produksi adalah barang atau jasa,
barang atau jasa inilah yang akan dijual untuk memperoleh kembali biaya yang
dikeluarkan. Jika hasil penjualan barang atau jasa lebih besar dari biaya yang
dikeluarkan maka perusahaan tersebut memperoleh keuntungan dan sebalik jika
hasil jumlah hasil penjualan barang atau jasa lebih kecil dari jumlah biaya
yang dikeluarkan maka perusaahaan tersebut akan mengalami kerugian. Dengan
demikian dalam menghasilkan barang perusahaan menggabungkan beberapa faktor
produksi untuk mencapi tujuan yaitu keuntungan.
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan
menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya
proses produksi yang menggabungkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan
barang dan jasa. Perusahaan merupakan alat dari badan usaha untuk mencapai
tujuan yaitu mencari keuntungan. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada
perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang
beragam.
Pengertian Perusahaan
menurut Para Ahli :
· Kansil
Perusahaan
adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang
bersifat tetap
dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan
dalam wilayah negara indonesia untuk
tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.
·
Swastha
dan Sukotjo
Perusahaan
adalah adalah suatu organisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinir
sumber-
sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
2.
Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Tempat
kedudukan perusahaan adalah tempat atau letak perusahaan melakukan aktivitas
produksi. Memilih tempat kedudukan usaha lebih sukar dibanding memilih tempat
untuk badan usaha biasa (sumber), karena pemilihan tempat kedudukan perusahaan
dipakai untuk jangka panjang, bahkan selamanya sehingga memerlukn pemikiran
yang sangat matang.
·
Letak
perusahaan
Letak
perusahaan sering pula disebut tempat kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana
perusahaan melakukan kegiatannya sehari-hari. Sedangkan istilah tempat kedudukan
perusahaan dapat diartikan sebagai tempat kantor pusat perusahaan. Dengan semakin tajamnya persaingan serta
banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan
ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba. Karena dengan cara itu
perusahaan akan kalah dalam bersaing, disamping waktu harus berpacu, juga
efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu pemilihan
letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan
yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.
· Jenis Letak Perusahaan
Ø Lokasi
perusahaan yang mengikuti sejarah
Lokasi perusahaan yang dipilih
biasanya memiliki nilai sejarah tertentu yang dapat memberikan pengaruh pada
kegiatan bisnis. Misalnya seperti membangun perusahaan udang di cirebon yang
merupakan kota udang atau membangun usaha pendidikan di yogyakarta yang telah
terkenal sebagai kota pelajar.
Ø letak perusahaan yang Ditentukan oleh Pemerintah
letak perusahaan yang ditentukan
oleh pemerinah adalah letak perusahaan yang tempat atau letaknya ditentukan
oleh pemerintah pada suatu lokasi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
tertentu, misalnya masalah keselamatan umum, kesehatan, ketertiban dan
pencemaran. Dalam hal ini pemerintah merupakan pihak yang paling bertanggung
jawab untuk melindungi masyarakat. Ada beberapa kegaitan badan usaha yang dapat
menganggu kesehatan, misalnya asap yang berasal dari industri yang mengandung
gas beracun. Atas dasar berbagai pertimbangan kepentingan masyarakat, kegiatan
industri tersebut ditempatkan jauh dari daerah pemukiman pendudukan
Ø
Lokasi perusahaan yang mengikuti
faktor-faktor ekonomi
Lokasi perusahaan jenis ini
pemilihannya dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi seperti faktor ketersedian
tenaga kerja, faktor kedekatan dengan pasar, ketersediaan bahan baku, dan
lain-lain.
Ø Lokasi
perusahaan yang terikat oleh alam
letak perusahaan yang terikat oleh
alam adalah letak perusahaan yang tidak dapat dipengaruhi oleh manusia,
melainkan tergantung atau terikat oleh alam. Misalnya perusahaan-perusahaan
yang bergerak di bidang ekstraktif, seperti pertambangan harus terletak pada
lokasi tambang perusahaan-perusahaan pertanian yang harus terletak pada daerah
sesuai dengan jenis tanaman yang dikembangkan dan berlahan subur.
3.
Perusahaan dan Lembaga
Sosial
·
Tujuan pendirian perusahaan di bedakan menjadi 2 ,
yaitu :
Ø
Tujuan ekonomis
Upaya perusahaan untuk menjaga
eksitensinya . perusahaan berusaha untuk menciptakan laba, pelanggan dan
menjalakan upaya-upaya pengembangan , dan memusatkan kepada kebutuhan
masyarakat .
Ø
Tujuan social
Perusahaan untuk memperhatikan
keinginan investor, karyawan , penyediaan factor-faktor produksi, maupun rakyat
luas.
Kedua tujuan tersebut saling
mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu memberikan kepuasan kepada
keinginan konsumen atau pelanggan.
· Perusahan sebagai suatu sistem
ekonomi yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi
proses produksi dan distribusi barang dan atau jasa untuk mencapai tujuan
tertentu antara lain keuntungann dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Apabila
ditinjau,maka pada dasarnya sistem perusahaan mempunyai beberapa
sifat.Sifat-sifat tersebut ialah Sifat kompleks,sebagai suatu kesatuan,sifat
berjenis-jenis,sifat saling bergantung,sifat dinamis.
· Sistem-sitem
perusahaan :
Ø Kompleks
Ø Sebagai satu kesatuan / unit
Ø Sifatnya beragam
Ø Saling tergantung
Ø Dinamis
· Fungsi-fungsi perusahaan
Ø Fungsi
Ekonomi
Sebagai sarana dan prasarana publik senantiasa
dituntut untuk meningkatkan kemampuan pengembangan usaha dan memenuhi kewajiban-kewajiban
lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan daerah jasa transportasi secara sehat
berdasarkan asas ekonomi perusahaan.
Ø Fungsi
Sosial
Sebagai sarana Publik dalam melaksanakan pengelolaan
jasa transportasi yang merupakan urat nadi pembangunan suatu daerah senantiasa
dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh lapisan
masyarakat dari semua golongan masyarakat dengan memberlakukan tarif yang
terjangkau sesuai kemampuan masyarakat dan aspek keadilan
Ø Fungsi
operasi :
Berkaitan dengan operasional perusahaan yakni fungsi operasi :
1. Pembelian dan
produksi 6. Administrasi
2.
Pemasaran 7. Informasi
3.
Keuangan
8. Transportasi dan komunikasi
4.
Personalia
9. Pelayanan umum
5.
Akuntansi
10. HUMAS
Ø Fungsi
manajemen
Berkaitan dengan hal pengeloalaan perusahaan planning /perencanaan, organizing / peng-organisasian,
activating / pelaksanaan - pergerakan.
· Ciri-ciri
perusahaan
Ø Operatif : Menunjukkan aktivitas Ekonomi ,
yakni : produksi, penyediaan, distribusi, barang dan jasa.
Ø Misalnya : Perusahaan manufacture,
dagang, jasa dan lain-lain
Ø Lokasi : Menunjukkan perusahaan
dididrikan pada tempat ttn dalam kemasan yang jelas.
Ø Formal : Menunjukkan apakah perusahaan
secara resmi terdaftar oleh pemerintah, (legal) tunduk dan taat
Ø pada peraturan.
Ø Dinamis : Apakah perusahaan mampu
menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah
Ø Reguler : Menunjukkan keteraturan
aktivitas agar selalu bergerak ma
4.
Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan dan Pengaruhnya
terhadap Perusahaan
·
Lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal menjadi dua
kategori,yaitu:
Ø Lingkungan umum
Lingkungan umum merupakan
lingkungan yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja perusahaan
dan hamper semua perusahaan dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Komponen-komponen dari lingkungan
umum tersebut meliputi: demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, sosial
dan budaya
Ø Lingkungan industri
Porter (1980) mengemukakan bahwa
aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan di mana
perusahaan berada. Hal ini mengakibatkan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi
persaingan, seperti ancaman-ancaman dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki
perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi sangat perlu untuk
dianalisis. Porter mengemukakan suatu konsep competitive strategy yang
menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek dan satu aspek pelengkap,
yaitu ancaman masuk pendatang baru, persaingan sesama perusahaan dalam
industri, ancaman dari produk pengganti, kekuatan tawar pembeli, kekuatan tawar
pemasok dan pengaruh kekuatan pemegang saham (stakeholder) lainnya.
·
Lingkungan internal
Lingkungan internal
dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung
mempengaruhi hasil produksi.
Contoh : tenaga kerja, peralatan dan mesin, permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana), bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan, dan sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Contoh : tenaga kerja, peralatan dan mesin, permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana), bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan, dan sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
5.
Pendekatan dalam Melihat Bisnis dan Lingkungan
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu dipengaruhi oleh lingkungan.
Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat erat. Perusahaan yang tidak
mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan tersingkir dari kancah
persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan lingkungan kemudian
ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telaah dilakukan secara tradisional
yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan hal yang terpenting
atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan merupakan hal sekunder
yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional tersebut sering disebut
dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented Aproach”. Pandangan
itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat itu keadaannya
disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih langka sehingga
barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha menjadi bertambah banyak
dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga timbulah persaingan yang ketat
diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang mampu menyesuaikan diri dengan
kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan ini disebut “buyer’s market”
atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli yang akan menentukan semuanya
dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku suatu ungkapan “pembeli adalah
raja”.
Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen dialah yang akan
bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti inilah pengusaha
harus pandai melihat factor lingkungan. Jadi dalam hal ini yang merupakan
factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan pengusaha atau
bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih baik sesuai
dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented Approach” atau
“pendekatan yang berorientasi konsumen”.
Referensi
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar