Kamis, 03 Januari 2013

Bab 7 Manajemen Produksi


A.       Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya faktor :
*       Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik dan akan mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi.
*       Revolusi Industri
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat di bidang perdagangan, industri, dan tekhnik di Eropa. Dampaknya pengusaha besar dapat meningkatkan perdagangannya, sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja yang masih kuno,menjadi terdesak.
Perkembangan revolusi industri terlihat pada :
1.    Bertambahnya penggunaan mesin
2.    Efisiensi produksi batu bara, besi, dan baja.
3.    Pembangunan jalan kereta api, alat transportasi, dan komunikasi.
4.    Meluasnya system perbankan dan perkreditan.
*       Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup penggunaan komputer.
*     Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan.
Penggunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut :
1.    Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku.
2.    Pengamatan terhadap metode kerja melalui pengukuran dan analisis ilmiah.
3.    Pelatihan pekerja dengan metode baru.
4.    Pemanfaatan umpan balik dalam pengelola atas proses kerja.

B.        Pengertian Manajemen Produksi
Pengertian manajemen produksi tidak terlepas dari pengertian manajemen. Dalam manajemen didapati kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Dalam pengertian ini terdapat tiga unsur penting, yaitu adanya orang yang lebih dari satu, adanya tujuan yang ingin dicapai, dan orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan tersebut.
 Sedangkan organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen atau alat manajemen dalam mencapai tujuannya.
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat, dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa.

C.        Pengertian Produksi
Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Dalam pengertian umum inilah sekarang berkembang istilah industri, seperti industri manufaktur, industri pengolahan hasil-hasil pertanian atau agro-industri, industri pengolahan hasil-hasil pertambangan, dan industri angkutan.
Dalam arti sempit produksi dimaksudkan sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, ataupun setengah jadi, barang industri, suku cadang (spareparts) maupun komponen-komponen penunjang. Dengan pengertian ini, produksi dimaksudkan sebagai kegiatan pengolahan dalam pabrik.
Pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang atau jasa. Penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat ini membutuhkan faktor-faktor produksi.

D.       Proses Produksi
Proses Produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu :
1.  Kelangsungan hidup
a. Produksi terus-menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang.walaupun terjadi perubahan bentuk barang-barangtetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alatmesin.proses ini menghasilkan produk yang standar (massal).
b. Produksi yang terputus-putus
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan sehingga harus mengatur kembali alat-alat dan penyesuaian terus-menerus.
2. Teknik
     a. Proses Ekstraktif
     b. Proses analitis 
     c. Proses Pengubahan
     d.  Proses Sintetis

E.        Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi  
Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi :
            1.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.
            2.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
            3.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
            4.    Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan / keadaan lain
Sedangkan dalam bidang produksi mempunyai 5 tanggung jawab keputusan utama, yaitu :
1.    Proses
2.    Kapasitas
3.    Persediaan
4.    Tenaga Kerja
5.    Mutu / kualitas

F.         Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Ruang lingkup terdiri dari Perencanaan sistem produksi dan Perencanaan operasi dan sistem pengendalian produksi yang meliputi :
1.    Seleksi dan design hasil produksi (produk).
2.    Seleksi dan perencanaan proses serta peralatan.
3.    Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi.
4.    Perencanaan tata letak (lay out) dan arus kerja atau proses.
5.    Perencanaan tugas.
6.    Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas .

G.       Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
1.    Fungsi Produksi dan Operasi
Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggung jawaban dalam pengolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa yang akan memberikan pendapatan bagi perusahaan. Berikut ini 4 fungsi terpenting dalam produksi dan operasi:
a.    Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan.
b. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
c.    Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.
d.  Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan yang sesuai rencana, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan dapat dilaksanakan.
2.    Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan menjadi keluaran.

H.       Lokasi dan Lay Out Pabrik  
Dalam menentukan plant layout atau tata letak pabrik yang baik haruslah ditentukan berdasarkan pengaruh faktor-faktor yang ada seperti jenjang tahapan / tahap proses produksi, macam hasil keluaran produksi, jenis perlengkapan yang dipakai atau digunakan serta berdasarkan sifat produksi dari produk yang diproduksi tersebut.
Jenis-jenis tata letak pada pabrik ada tiga, yaitu antara lain adalah :
1.    Tata Letak Berdasarkan Produk /Layout by Product
Tata letak jenis ini membentuk suatu garis mengikuti jenjang proses pengerjaan produksi suatu produk dari awal hingga akhir.
2.    Tata Letak Berdasarkan Proses/Layout by Process
Layout pada jenis tata letak berdasarkan proses memiliki bagian yang saling terpisah satu sama lain di mana aliran bahan baku terputus-putus dengan mesin disusun sesuai fungsi dalam suatu grup departemen.
3.    Tata Letak Berdasarkan Stationary/Layout by Stationary
Tata letak jenis ini mendekatkan sumber daya manusia/sdm serta perlengkapan yang ada pada bahan baku untuk kegiatan produksi.

Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar